Tips Merenovasi Rumah Agar Tidak Over Budget

Berhasil membeli rumah adalah salah satu pencapaian dalam hidup. Namun kadang Anda harus berkompromi dan membeli rumah second.  Tembok rumah sudah mulai retak, cat pagar sudah mengelupas bahkan nampak ada karat, plafon rumah tampak berwarna kekuningan karena rembesan air hujan akibat genteng yang sempat bocor, engsel pintu yang sudah tidak berfungsi dengan semestinya. Sering ditemui pada rumah second, terutama yang dijual dengan harga murah. 

Namun hal tersebut jangan menjadikan anda risau, anda dapat merenovasinya untuk menjadikan rumah tersebut sesuai dengan yang anda inginkan. .Renovasi rumah adalah perbaikan atau perubahan bentuk fisik atau instalasi yang terdapat di dalam rumah agar berfungsi, aman, nyaman, dan estetis. Renovasi dapat dilakukan sebagian maupun menyeluruh, tergantung keinginan dan kebutuhan si pemilik rumah. 

Merenovasi rumah memang sering kali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan tidak jarang biaya yang dikeluarkan melebihi biaya anggaran yang direncanakan. Untuk itu anda perlu mengetahui langkah-langkah supaya renovasi anda dapat berjalan maksimal dengan budget yang telah disediaka. Langkah-langkah yang perlu anda lakukan antara lain. 

Membuat skala prioritas renovasi

Pertama adalah menggambar ulang rumah Anda dan bentuk rumah yang diinginkan. Misalnya jika Anda ingin merenovasi ruang dalam, prioritaskanlah bagian tersebut. Rencanakan sedetil mungkin sambil estimasi biaya renovasinya secara teliti. Cara ini bertujuan agar tujuan renovasi tidak melebar ke bagian lain dan berdampak pada pembengkakan biaya.

Menghitung pekerjaan dengan rumus dasar renovasi

Harga bahan bangunan, tenaga dan durasi pekerjaannya harus dihitung dengan baik karena akan menentukan biaya renovasi. Ingatlah bahwa tujuan renovasi adalah memperbaiki, bukan mengganti dengan yang baru secara keseluruhan.Seringkali pada saat renovasi rencana ini berubah dan merambah bagian lain yang tidak masuk perhitungan sebelumnya sehingga mengakibatkan pembengkakan biaya. Rumusan tersebut berbentuk Rencana Anggaran Biaya atau RAB.

Menghemat biaya dengan bahan bangunan bekas masih layak pakai

Salah satu alternatif untuk menghemat adalah menggunakan bahan bangunan bekas.  coba cek apakah ada sisa bahan bangunan yang masih bisa dipakai. atau, Anda bisa mencari di toko bahan bangunan bekas. Banyak material bangunan secondhand yang masih bisa digunakan kembali seperti genteng, pintu atau jendela beserta kusennya, wastafel, dan pecahan marmer. 

Cermat memilih bahan bangunan

Memilih bahan bangunan yang akan dipakai tidak hanya mempertimbangkan harga bahan namun juga lama waktu pengerjaan.Sebagai simulasi, untuk membangun dengan batu bata seluas 10 meter persegi, dibutuhkan waktu tujuh jam. Sedangkan untuk bata beton atau bataton, waktu pengerjaan tujuh jam dapat menyelesaikan 15 – 20 meter persegi. Untuk plesteran, bata merah membutuhkan plester dan aci, sementara bataton hanya cukup diplester dengan ketebalan 5 – 8 mm. 

pilih pemborong atau pekerja bangunan yang tepercaya

Hal ini bisa menentukan durasi pengerjaan dan kualitas hasilnya. Karena itu, pilihlah kontraktor yang berpengalaman, jujur, serta profesional. Tak heran jika banyak orang mempekerjakan tukang dan kontraktor yang sudah dipercaya.

Siapkan biaya tak terduga

Meski sudah diperhitungkan masak-masak, Anda tetap harus memasukkan biaya tak terduga dengan nominal antara 5 – 10% dari total anggaran. Tujuannya untuk menutupi pengeluaran di luar anggaran yang biasanya disebabkan perubahan harga atau rencana.

Jika anda masih bingung menentukan tampilan atau rencana renovasi rumah anda, bisa mengunjungi polarumah.com untuk mencari inspirasi rumah idaman yang anda inginkan.

You may also like...