Inacraft 2018 Pameran Kerajinan Terbesar di Indonesia

inacraft

Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya salah satunya yang terkenal adalah kerajinan tangan yang tersebar dari sabang sampai merauke. Melalui acara Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), indonesia menunjukkan pada khalayak dunia, hasil karya para pengrajin indonesia. Di tahun 2018 ini Inacraft yang diadakan di bulan april resmi dibuka wakil presiden Jusuf Kalla

“Acara yang luar biasa ini sudah berlangsung 20 kali dan Alhamdulillah saya mungkin saya membukanya sudah 4 kali saat menjadi wapres dulu sampai berapa tahun lalu, sampai sekarang. Jadi memang mengalami perkembangan yang baik,” ujar Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaanya.

INACRAFT lahir dari pemikiran sederhana, mulia, memperbaiki kesejahteraan hidup perajin dan pengusaha di bidang kerajinan di indonesia. Deretan nama-nama penting yang tergabung dalam Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (ASEPHI) seperti Rudy Lengkong, H. Sjahroel Sjamsoedin, Sukartono, Thamrin Bustami, Bramantyo W. dan Hariman T. Zagloel adalah tokoh penggagas yang melahirkan INACRAFT.

INACRAFT 2018 ini akan diikuti 1.395 peserta dari sabang sampai merauke yang terdiri dari para perajin, pengusaha, produsen, dan eksportir kerajinan. Pelaksanaan INACRAFT ke-20 kali ini spesial karena Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) menerbitkan buku sejarah 20 tahun perjalanan INACRAFT yang berawal hanya dari 120 booth di tahun pertama (1999) hingga menjado 1300 booth.

ASEPHI sebagai penyelenggara acara bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi untuk menyediakan fasilitas angkutan umum berupa shuttle bus bagi mereka yang ingin datang ke pameran. Layanan shuttle bus itu bisa didapatkan di beberapa lokasi potensial seperti Summarecon Mall Bekasi, Senayan City, Margo City, Kuningan City serta Mall Emporium Pluit.

Di acara Jakarta International Handicraft Trade Fair atau Inacraft memfasilitasi lebih dari 1500 peserta pameran yang ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar untuk koleksi produk kerajinan dan asesoris yang mereka hasilkan. 

Item utama pameran di acara termasuk item hadiah trendi, kotak rokok dan ringan, perlengkapan alat tulis, produk aromaterapi, tempat lilin, vas bunga keramik, lonceng angin dan barang furnitur berkelas dari varietas yang berbeda. Juga terdapat Alat dekorasi interior, ukiran kayu, bunga buatan, karpet, perlengkapan mandi, peralatan makan, keranjang, bordir penutup bordir, lukisan, payung dan produk perancang taman disajikan di sini juga. 

Tidak ketinggalan Mainan lembut, patung taman dan jembatan, permainan pendidikan, teka-teki, mainan kayu, barang perhiasan mutiara, perhiasan emas dan perak, batu permata, kerajinan tembaga dan permainan papan juga dipamerkan di acara tersebut. Di bidang fashion ada Produk sutera, cetakan dan lukisan batik, busana, produk kain buatan tangan, busana muslim dan pakaian tradisional Indonesia lainnya juga dipamerkan selama acara berlangsung.

Acara Inacraft juga akan dimeriahkan oleh beberapa negara sahabat yang akan menampilkan produk kerajinan mereka. Beberapa negara itu antara lain Jepang, Polandia, Uzbekistan, Korea Selatan, dan beberapa negara anggota ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Handicraft Promotion & Development Asociation (AHPADA), selain itu juga akan diadakan oleh tim kurator selama INACRAFT 2018 adalah ASEPHI Emerging Award dan INACRAFT Best Booth Award. Acara ini menargetkan kehadiran 1.000 pembeli.

Dan Juga diselenggarakan beberapa kegiatan pendukung seperti Business Matching (25-26 April 2018) dan Craft Workshop yang diadakan setiap hari, serta dapat diikuti seluruh pengunjung. ASEPHI juga menyelenggarakan seminar bertajuk Wastra Indonesia: The Emerging World Fashion Identity dan Deklarasi Hologram Batik Asli Bergaransi ASEPHI pada 26 April 2018.

Kegiatan Pendukung INACRAFT ditutup dengan Kelar Kelir Workshop bersama Museum Tekstil Indonesia. Penyelenggaraan INACRAFT ke-20 tahun ini menargetkan jumlah pengunjung 200.000 orang dengan transaksi retail mencapai Rp 149 miliar, serta kontrak dagang sebesar 12 juta dollar AS selama penyelenggaraannya.

You may also like...